Bangkitkan Minat Baca, 500 Siswa SMP Negeri 2 Tanimbar Selatan Kunjungi Perpustakaan Daerah
Bangkitkan Minat Baca, 500 Siswa SMP Negeri 2 Tanimbar Selatan Kunjungi Perpustakaan Daerah |
- Bangkitkan Minat Baca, 500 Siswa SMP Negeri 2 Tanimbar Selatan Kunjungi Perpustakaan Daerah
- Polres MTB Berhasil Selesaikan Masalah Warga Desa Wowonda dan Kabiarat di Tanimbar
- Duduk Lesehan, Widya Murad Ismail Makan Bersama Anak-Anak Stunting di Kufar
- Murad Ismail Resmikan Sejumlah Proyek di Seram Bagian Timur
- Angel Karamoy Sebut Lovely dan Junio Rumangkang Adalah Dunianya
- Widya Murad Ismail Lakukan Aksi Bersih Sampah dan Tanam Mangrove di Peringatan HPSN 2020
- Ciptakan Keamanan, Sat Samapta Polres MTB Rutin Gelar Pengamanan Ibadah Minggu di Saumlaki
- Menpora Zainudin Amali Pastikan Provinsi Papua Siap Gelar PON XX
- Billy Mambrasar Akui Widya Murad Ismail Punya Energi Besar Gali Potensi Anak Muda Maluku
| Bangkitkan Minat Baca, 500 Siswa SMP Negeri 2 Tanimbar Selatan Kunjungi Perpustakaan Daerah Posted: 16 Feb 2020 10:56 PM PST
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Sebanyak 500 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tanimbar Selatan (Tansel) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku mengunjungi Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Tanimbar pada Kamis (13/02/2020). Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Tansel, Naomi Refualu, S.Pd bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan perpusda kepada para siswa dari Kelas VII hingga IX sekaligus menjalankan penilaian pendidikan karakter sesuai dengan kurikulum 2013 (K13).
Ia pun berharap selepas kunjungan itu, para siswa bisa langsung dilayani oleh dinas bersangkutan dalam pembuatan kartu perpustakan, sehingga para siwa bisa setiap saat mengunjungi perpusda dan mendapat sumber literasi sesuai kebutuhan belajar. "Kegiatan ini untuk mebaca literasi sehingga siswa bisa mengenal dan mengaktulisasikan diri dalam mencintai buku dan bukan saja membaca, tetapi juga presentasi apa yang mereka baca. Ini kegiatan pertama dan pasti mereka akan datang kembali untuk membaca," harap Naomi. Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Tanimbar, Mesak Rahandekut, S.Pd., M.Pd sangat mengapresiasi SMP Negeri 2 Tansel yang dalam jumlah besar sudah mengunjungi Perpusda. Ia menyampaikan bahwa SMP Negeri 2 sudah sangat memahami fungi Perpusda sebagai sarana belajar yang bukan saja dilakukan pada jam-jam informal, selain di sekolah.
Ia pun mengajak seluruh sekolah yang ada di Tanimbar, secara khusus di wilayah Kota Saumlaki untuk memanfaatkan fasilitas dan literasi yang begitu banyak dari Perpusda. "Saya lihat sangat positif bagi masyarakat Tanimbar, kita tahu persis bahwa membaca itu sangat penting apalagi di daerah kita ini. Karena satu-satunya sumber informasi yang ada di Tanimbar adalah perpustakaan ini, belum ada perpustakaan dimana-mana baik dari pihak swasta," ajak Rahandekut. (Laura Sobuber) |
| Polres MTB Berhasil Selesaikan Masalah Warga Desa Wowonda dan Kabiarat di Tanimbar Posted: 16 Feb 2020 07:26 PM PST
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Maluku Tenggara Barat (MTB) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kompol Lodevicus Tethool,S.H.M.H yang didampingi Kabag Ops Kompol H.Rumsory,S.Sos memimpin pelaksanaan rapat mediasi permasalahan antara warga Desa Wowonda dan Kabiarat Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) di ruang rapat Polres MTB pada Sabtu (15/2/2020). Permasalahan tersebut dipicuh oleh kisah cinta antara remaja lelaki Desa Wowonda inisial DY dengan seorang remaja perempuan Desa Kabiarat inisial BS yang berujung terjadinya perkelahian pelajar dari kedua desa tersebut sehingga meluas sampai antar warga kedua desa. Bergerak cepat, itulah yang dilakukan Polres MTB dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Para Pemerintah Desa (Pemdes) kedua desa, para pelajar yang terlibat perkelahian serta keluarga dari anak – anak pelajar tersebut, diundang untuk mengikuti rapat mediasi penyelesaian masalah dimaksud. Dalam rapat mediasi, Waka Polres menyampaikan beberapa hal, diantaranya dirinya sangat sedih atas peristiwa yang terjadi, karena kedua desa baik Wowonda dan Kabiarat sesuai tatanan adat istiadat dari para leluhur yang dimana kedua desa adalah saudara ibarat kaka dan adik. Ia pun meminta untuk jangan pernah menyelesaikan suatu permasalahan dengan kekerasan namun serahkanlah untuk ditangani secara hukum, tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, laporkan kepada pihak terkait apabila ada permasalahan. Pemerintah desa jangan menjadi provokator atau pemicu dari suatu permasalahan serta kesadaran bersama, baik pemerintah desa, tua – tua adat,tokoh pemuda,tokoh masyarakat, ketua rukun untuk menjaga situasi kamtibmas didalam desa. "Situasi aman sangat dibutuhkan Pemerintah guna untuk kelanjutan pembangunan, adanya hubungan keluarga,sehingga permasalahan ini diselesaikan secara adat istiadat dan belajar terus, sehingga kelak nanti akan menjadi tuan di Negeri sendiri," pinta Tethool. Sementara itu, dari kegiatan mediasi tersebut adanya hubungan keluarga, maka kedua desa bersepakat untuk berdamai dan diselesaikan secara adat. Diakhir kegiatan,saling berpelukan dan meneteskan air mata antara kedua warga desa, selama kegiatan mediasi, situasi berlangsung baik, aman dan lancar. (HumasPolresMTB) |
| Duduk Lesehan, Widya Murad Ismail Makan Bersama Anak-Anak Stunting di Kufar Posted: 16 Feb 2020 02:56 PM PST
KUFAR, LELEMUKU.COM – Siang itu, Selasa 11 Februari 2020, terik matahari terasa menusuk kulit. Kufar Pantai, perkampungan nelayan yang berjarak 54 kilometer dari Bula, ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur tampak bersolek. Sebelum masuk ke area kampung, kiri-kanan jalan penuh dengan baliho ucapan selamat datang Gubernur Maluku dan Duta Parenting (Perangi Stunting) Provinsi Maluku. Kampung di Kecamatan Tutuktolu yang berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku ditemukan 52 kasus anak-anak mengidap stunting atau gizi kronis ini, siang itu ramai sekali. Hampir semua penduduknya keluar dari rumah. Anak-anak sekolah berdiri berjejer membentuk pagar hidup. Selepas itu, para tokoh masyarakat berdiri menyambut kedatangan tamu yang ditunggu. Meskipun dalam kesederhanaan, sambutan masyarakat begitu riuh dan meriah. Setidaknya ada delapan group tari-tarian dan group menyanyi menyambut kedatangan para tamu, sejak turun dari mobil hingga berjalan kaki menuju lokasi acara yang berjarak kurang dari 150 meter. Perjalanan kaki gubernur menuju lokasi acara beserta rombongan, diiringi tabuhan tifa dan rebana. Hadirnya Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, dalam kunjungan kali ini agak berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya saat ia turun ke daerah locus stunting. Kali ini, ikut pula sang suami, Gubernur Maluku Murad Ismail, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Sekda Maluku Kasrul Selang, para pimpinan OPD di lingkup Pemprov Maluku, juga para pimpinan Balai UPT Kementerian PUPR di wilayah Maluku. Ikut pula Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur beserta jajarannya. Dalam kunjungan kali ini, Widya turun langsung berdialog dengan anak-anak stunting beserta orang tuanya. Selain memberikan pengarahan terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak, Widya duduk lesehan di lantai dan makan bersama dengan mereka. Ia tampak menikmati, saat menyuapi satu per satu anak-anak stunting. '"Ibu-ibu harus biasakan anak untuk makan makanan bergizi. Tidak perlu mahal, yang penting sehat. Harus ada ikan, dan sayur," imbau Widya. Ia menyarankan kepada orang tua untuk tidak selalu membiasakan anak-anak mereka mengkonsusmi mie instan dan cemilan yang tidak sehat. Selain itu, dia mengajak agar pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam sayur-mayur. "Ada bantuan bibit sayur yang akan saya serahkan. Kalau bisa ibu-ibu dapat menamnya di pekarangan rumah agar mudah memperoleh sayur untuk keperluan masak keluarga," ajaknya. Widya cukup lama berdialog dan menanyakan apa penyebab sehingga anak-anak penderita stunting di Kufar cukup tinggi. Terungkap dalam dialog itu, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak termasuk 1000 hari kehidupan anak sejak dalam kandungan. Usai berdialog Widya menyampaikan, permasalahan stunting disebabkan oleh pola makan yang tidak terbiasa dengan asupan makanan bergizi dan seimbang buat anak. "Ternyata anak-anak mereka tidak terbiasa makan sayur. Tadi saya coba suapin, saya lihat reaksi anak-anak, dia ngeh. Itu artinya dia tidak terbiasa makan sayur di rumah," ungkap Widya. Ia berharap, kunjungannya ke locus-locus stunting dan berinterkasi langsung dengan para orang tua yang anaknya menderita stunting, secara bertahap bisa merubah perilaku hidup mereka. "Kita harus turun agar kita bisa mengedukasi mereka, mensosoalisaikan betapa pentingnya sayur dan makan ikan, apalagi daerah ini juga kampung nelayan," jelas Widya. Dikatakannya tahun 2018, angka stunting di Maluku masih cukup tinggi yakni, 34 persen. Dengan demikian, dari 10 anak, terdapat 3 sampai 4 kasus anak yang menderita stunting. "Apa yang saya lakukan ini bagian dari upaya untuk perangi stunting. Kita turun dan langsung mengedukasi para orang tua dan ibu hamil, karena ketidaktahuan mereka bahwa perlunya gizi yang seimbang bagi anak," tandas Bunda PAUD Maluku ini. Dokter Spesialis Anak, Dwi Murti, yang tergabung dalam Tim Kesehatan Provinsi Maluku, mengakui, jumlah anak stunting di Desa Kufar mencapai 52 anak, dan 2 anak gizi buruk. "Anak-anak ini sudah ditangani oleh dinas kesehatan kabupaten, dan sekarang dalam tahap pembinaan," kata Murti. Stunting, kata dia, bukan hanya tentang kerdil atau pendeknya fisik anak, tapi juga cara berpikirnya. Karena itu, penangananya tidak hanya bisa dengan medis. "Penanganannya harus komprehensif, mulai dari pendidikan dan sosial, untuk tumbuh kembangnya di kemudian hari, dan dari kesehatan untuk mengoptimalkan kondisinya yang sudah stunting," jelasnya. Dia menambahkan, permasalahan stunting juga bukan hanya disebabkan pola makan anak setelah mereka lahir. Kontribusi besarnya juga saat masih masa kehamilan. "Saat kehamilan, bisa saja ibunya tidak memperhatikan asupan gizi saat makan," paparnya. Sepekan sebelum kunjungan Widya sebagai Duta Parenting Maluku ke kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa itu, telah dilakukan bakti kesehatan oleh Tim Kesehatan Provinsi Maluku di kabupaten itu melibatkan dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, doktef spesialis jiwa anak, dan psikolog. Saat tiba di Kufar, Widya menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bantuan yang diserahkan yakni sarana cuci tangan dari Balai Cipta Karya kepada Madrasah dan PAUD setempat, bantuan timbangan bayi dan tikar ukur untuk Posyandu, bibit mangga okulasi, alat kesehatan, bantuan KIT ibu hamil, KIT bayi baru lahir, PMT untuk balita dan ibu hamil KEK, bantuan bina keluarga balita kepada kader pembina keluarga balita, bantuan hibah bagi PAUD, serta bantuan bibit sayur-sayuran. (HumasMaluku) |
| Murad Ismail Resmikan Sejumlah Proyek di Seram Bagian Timur Posted: 16 Feb 2020 02:56 PM PST
KUFAR, LELEMUKU.COM – Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meresmikan sejumlah proyek dan memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat. Peresmian proyek pemerintah yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dilakukan oleh Gubernur saat berkunjung ke Desa Kufar, Kecamatan Tutuktolu, Selasa (11/2). Di Kufar, Gubernur juga menyerahkan bantuan dana BUMDes, Sertifikat dan Bantuan Rumah Layak Huni, Life Jaket, Alat Pertanian (pengolahan pangan lokal sagu), dan bantuan pembangunan rumah ibadah. Gubernur meresmikan dan menandatangani prasasti tiga proyek jembatan di ruas Jalan Nasional Trans Seram yakni Jembatan Wai Artafela (Kecamatan Kiandarat), Jembatan Tatalas (Kecamatan Pulau Gorom), dan Jembatan Wai Suru (Kecamatan Siritaun Wida Timur). "Semoga proyek pemerintah yang dibangun di SBT ini bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak," katanya. Selain tiga jembatan itu, ada juga proyek Sarana dan Prasarana Air Baku di Negeri Miran Raya, Kecamatan Pulau Gorom, dan Progam Pamsimas III yakni penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat untuk 26 desa yang tersebar di Kecamatan Wakate, Gorom Timur, Pulau Gorom, Tutuktolu, Siwalalat, Kian Darat, dan Kecamatan Seram Timur. Di kesempatan itu, Gubernur juga mengajak seluruh instansi vertikal dan OPD Provinsi Maluku untuk mempercepat program Pembangunan dalam rangka membuka keterisolasian wilayah di kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa ini. "Terutama untuk wilayah-wilayah yang selama ini belum terjamah oleh program pembangunan secara berkelanjutan," pesan purnawirawan polisi berpangkat Irjen Pol ini. Ia berpesan, untuk membangun Maluku, jangan pernah merasah jenuh. Untuk itu, koordinasi dan kolaborasi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. "Ini sangat penting untuk membangun Maluku, khususnya kabupaten SBT," jelasnya. Di kesempatan itu juga, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini meminta agar tata kelola Dana Desa perlu dilakukan secara baik dan tertanggungjawab demi pembangunan di desa-desa. "Pak bupati, Dana Desa itu dikasih pendampingan yang benar, karena Dana Desa tujuannya untuk membangun desa seperti drainase, jalan-jalan setapak dan lainnya," imbaunya. Dari tahun ke tahun, kata Gubernur, Maluku belum maksimal dalam penyerapan dan realisasi penggunaan Dana Desa. Bahkan sampai saat ini, lanjut dia, masih banyak Dana Desa yang aparatur desanya tidak tahu apa yang mau mereka kerjakan. Untuk itu, dia meminta agar pejabat terkait diberikan pendampingan. "Dana Desa diberikan ke desa untuk membangun desa dan mengupah masyarakat desa yang mengerjakannya, tidak panggil orang dari luar untuk bekerja. Jadi harus ada pendampingan yang baik," pintanya. Dia menegaskan, tidak akan segan-segan untuk mempersoalkan apabila ada pejabat yang memotong Dana Desa. 'Kasihan masyarakat desanya. Jadi, kalau ada yang mau main-main dengan Dana Desa, saya bisa persoalkan nanti," tegasnya. Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa tugas Gubernur sebagai kepala daerah, termasuk Bupati yakni dua plus satu. Pertama, kepala daerah harus mampu mengentaskan kemiskinan. Kedua, kepala daerah harus bisa mensejahterahkan rakyatnya. Plus satunya adalah, kepala daerah harus mampu menjaga dan mempertahankan sumberdaya alam yang ada untuk dinikmati oleh generasi sekarang dan akan datang. "Jadi Bupati juga harus mampu mengentaskan kemiskinan, dan harus mampu mensejahterakan masyarakatnya. Buka tugas kepala daerah itu hanya mengurusi APBD," ujarnya. Peremian dan penandatanganan sejumlah proyek pemerintah di SBT yang dilakukan oleh Gubernur itu dihadiri oleh sejumlah pejabat penting yakni Ketua DPRD Maluku, Sekda Maluku, para pimpinan OPD di lingkup Provinsi Maluku, para pimpinan Balai UPT Kementerian PUPR di wilayah Maluku, Bupati dan wakil Bupati SBT bersama jajarannya, serta masyarakat. (HumasMaluku) |
| Angel Karamoy Sebut Lovely dan Junio Rumangkang Adalah Dunianya Posted: 16 Feb 2020 11:56 AM PST
MANADO, LELEMUKU.CON – Artis Indonesia Timur asal Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Angel Karamoy menyebutkan bahwa kedua anaknya, Lovely dan Junuo Rumangkang adalah segalanya untuk dia. Terlihat dari beberapa unggahan, ibu dua anak ini sangat bahagia membagikan foto-foto kebersamaan bersama buah cintanya dengan mantan suami, Steven McJames Rumangkang. "Duniaku, Hatiku, Segalanya," tulis dia ditambah imotikon keluarga dan hati berwarna merah saat dikutip Lelemuku.com. (Laura Sobuber) |
| Widya Murad Ismail Lakukan Aksi Bersih Sampah dan Tanam Mangrove di Peringatan HPSN 2020 Posted: 16 Feb 2020 12:46 AM PST
AMBON, LELEMUKU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, turut serta melakukan aksi bersih sampah di pesisir pantai dan penanaman mangrove (bakau) di pantai Teluk Ambon. Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku ini, digelar dengan menggandeng sejumlah komunitas dari berbagai elemen berbeda, Mulai dari tanggal 14 Februari kemarin. "Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Februari 2020 nanti," kata Widya, Sabtu (15/02/2020). Istri orang nomor satu di Maluku ini turut terlibat dalam aksi bersih sampah di pesisir pantai Laha. Sejumlah divers (penyelam) juga mengambil peran dalam aksi ini dengan membersihkan sampah-sampah plastik di bawah laut, terutama di lokasi spot diving Laha. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove di pantai Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon. "Tadi kami sudah melakukan aksi bersih sampah di pantai Laha, dan sekarang menanam pohon mangrove di pantai Poka," ujarnya. Dikatakannya, penanaman pohon mangrove dan bersih-bersih sampah plastik di pesisir pantai ini dapat menyelamatkan lingkungan dan manusia dari berbagai bencana alam. "Kegiatan seperti ini bisa juga mencegah terjadinya abrasi serta gelombang besar yang suatu saat bisa saja terjadi," katanya. Menurutnya, salah satu upaya untuk terus melestarikan fungsi lingkungan hidup serta mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup adalah dengan cara selalu melakukan penanaman mangrove serta membersihkan pantai. "Mengingat begitu pentingnya manfaat mangrove bagi masyarakat pesisir, baik secara langsung maupun tidak, maka saya mengajak seluruh masyarakat agar selalu menjaga dan merawat mangrove karena fungsinya sangat banyak sekali," imbunya. Widya berharap, kegiatan ini dapat membangun kesadaran publik untuk pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Aksi bersih pantai dan penanaman mangrove yang telah dilaksanakan bersama berbagai pihak itu tentunya diharapkan dapat terus digalakan dan menjadi budaya atau kebiasan masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon, dalam kehidupan sehari-hari. "Saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan, demi kelestarian lingkungan untuk anak cucu kita di masa yang akan datang," tandasnya. (HumasMaluku) |
| Ciptakan Keamanan, Sat Samapta Polres MTB Rutin Gelar Pengamanan Ibadah Minggu di Saumlaki Posted: 16 Feb 2020 12:46 AM PST
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Sat Samapta Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara Barat (MTB) di Kabupaten Kepulauàn Tanimbar, Provinsi Maluku, melaksanakan kegiatan rutin yaitu Patroli dan pengamanan di beberapa gereja pada Kota Saumlaki dari pukul 08.00 WIT hingga 11.00 WIT pada Minggu (16/02/2020). "Sebagai anggota Kepolisian dengan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, sudah sepantasnya untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di gereja sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat khususnya kepada umat Nasrani yang sedang melaksanakan ibadah," jelas Kasat Samapta AKP Nahum Tengah.
Ia menambahkan pengamanan tersebut juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat gereja, selain itu untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar gereja. "Pengamanan gereja ini rutin di lakukan oleh anggota kepolisan dari Satuan Samapta Polres Maluku Tenggara Barat setiap hari minggu "Harapan kami agar umat Nasrani dapat melaksanakan ibadahnya dengan hikmat karena adanya pengamanan yang dilakukan oleh anggota Kepolisian," tambahnya. Sementara itu, ibadah minggu pada beberapa gereja di Kota Saumlaki berlangsung aman dan lancar. (HumasPolresMTB) |
| Menpora Zainudin Amali Pastikan Provinsi Papua Siap Gelar PON XX Posted: 16 Feb 2020 12:46 AM PST
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Menpora Zainudin Amali memastikan Provinsi Papua sudah sangat siap menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 mendatang.⠀ |
| Billy Mambrasar Akui Widya Murad Ismail Punya Energi Besar Gali Potensi Anak Muda Maluku Posted: 15 Feb 2020 11:46 PM PST
AMBON, LELEMUKU.COM – Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Billy Mambrasar, mengakui Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, mempunyai energi besar untuk mengintegrasikan berbagai potensi anak muda Maluku untuk membangun daerah ini. Hal ini disampaikan putra Papua ini, usai bertemu dengan Widya dan sejumlah kelompok anak muda Maluku yang tergabung dalam Forum Pemuda Maluku Bisa (FPMB) yang diketuai Azis Tunny, serta pendiri IndoEast Nettwork Ikhsan Tualeka di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (14/2). "Ibu Widya memiliki energi besar yang bagus sekali untuk mengkolaborasikan pemuda-pemudi di Maluku untuk membangun daerah. Energi itu sejalan dengan energi saya yang juga ingin melibatkan pemuda-pemudi Indonesia Timur untuk ikut membangun negara ini," ujarnya.
Hasil dari pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang dan Plt. Kepala Bappeda Maluku Djalaludin Salampessy itu, lanjut dia, ada beberapa perencanaan yang akan ditindaklanjuti yaitu berkomitmen membangun pemuda-pemudi Maluku yang ikut berkreasi membangun daerahnya. Hal konkritnya, kata dia, adalah mendukung pembangunan rumah kreatif yang memiliki ruang-ruang tempat bekerja, mengembangkan diri, berkolaborasi secara terbuka, cerdas dan berpikir segar untuk maju ke depan. "Konkritnya pembangunan Creative Coworking Space yang sedang berjalan. Sudah masuk dalam tahap perencanaan, dan sudah masuk dalam pengadaan untuk dieksekusi," jelas lulusan Universitas Oxford Inggris ini. Kedepan, dirinya akan mengarahkan agar digelar roadshow bisnis di provinsi ini. Tujuannya untuk melengkapi kemampuan kewirausahaan yang telah dimiliki anak muda Maluku agar menghasilkan dampak yang besar untuk kehidupan yang lebih baik. "Ada beberapa roadshow bisnis yang akan saya arahkan untuk diadakan di Maluku. Jadi kreatifitas mereka harus dilengkapi dengan kemampuan kewirausahaan supaya kreatifitas mereka bisa menghasilkan dampak yang besar dan secara keuangan mereka sudah tercukupi," terang Pendiri Yayasan Kitong Bisa. Dirinya memuji potensi yang dimiliki anak muda Maluku yaitu Kritis, Kreatif dan Inovatif sehingga yang dibutuhkan sekarang yaitu terkait sistem yang untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship. "Jadi bayangan untuk membawa proposal untuk minta dana itu perlu kita hilangkan, namun bagaimana kita mempunyai ide kreatif agar bisa menghasilkan uang. Pemuda-pemudi Maluku dari sisi kreatifitas sudah tidak perlu dipertanyakan. Sudah sangat tinggi," terangnya.
Untuk itu, tukasnya, diperlukan rumah kreatif agar ada tempat untuk anak muda Maluku menyalurkan kemampuan yang dimilikinya. Termasuk bagaimana mengakses modal untuk mengembangkan usahanya. "Itu makanya kita akan membangun Creative Coworking Space. Itu akan ada space untuk mereka bikin teknologi, kreatifitas dan itu lengkap fasilitasnya secara teknologi maupun secara infrastruktur, dan akses kepermodalan akan disediakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM sehingga mereka bisa disupport," terang Mambrasar. Sementara itu, Widya berharap anak muda Maluku kedepan lebih miliki jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) yang kuat dalam dirinya untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasi. Widya yakin anak muda Maluku pasti miliki jiwa enterpreniurship. Untuk itu, diharapkan agar semua bisa bergandengan tangan bersama agar memiliki energi positif membangun daerah ini makin maju kedepan. "Saya yakin pasti banyak bung Billy lainnya yang ada di Maluku. Saya sangat inginkan pemuda-pemudi Maluku punya jiwa enterpreniurship. Mari sama-sama kita bergandengan tangan," tandasnya. (HumasMaluku) |
| You are subscribed to email updates from #Lelemuku | Berita Lelemuku - Berita Terbaru dan Terkini. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.














